Puput POV. “Hadeh….udah datang lagi aja” keluh bang Ben setelah kami menjawab salam Riri dan Naka yang memang datang lagi. “Jangan gitu, gimana pun tamu” jawabku lalu bangkit berdiri dari posisiku yang tiduran berdua bang Ben di sofa ruang tengah rumah. “NANA….MALIQ!!!. Ante Riri datang sama om Aka” jerit Riri lalu menanggapi si kembar yang berlarian mendekat padanya dan Naka. Semakin akrab banget juga si kembar dengan Naka yang memang aslinya penyayang. Kalo soal Naka yang sering protes karena selalu di perlakuan sebagai bontot aja dalam circle pergaulanku dan bang Irash dan bang Ben juga dulu. “Ini udah ngapel apa masih silaturahmi?” ledekku. Tertawalah Riri yang sudah menggendong Nana, dan Maliq yang bersiap menarik tangan Naka untuk pergi keluar rumah. “Anak gue mau di bawa kem

