Suspicious Feeling

1097 Kata

Cia. "Halo calon kakak!!!" Aku mengerjapkan mataku berkali-kali karena terkejut akan pernyataan yang diucapkan bocah itu. Iya, bocah yang baru saja memeluk Nico. Bisa-bisanya dia memeluk Nico! Tapi tunggu dulu, dia sebut aku apa? Calon kakak? Jangan-jangan dia anaknya Om Joseph? "Bi, gue masuk ya," kata Nico pelan, tapi aku dapat mendengarnya. "Nyetir hati-hati. Pake rem kalo berhenti! Lampu merah jangan diterobos!" Dia mengatakannya sambil menyentil dahi bocah itu. "Dan satu lagi, jangan lupa belajar!" "Iya bawel!" Seru bocah itu. Sebenarnya dia bukan bocah, tapi aku yakin dia lebih muda dariku. Setelah itu, Nico naduk ke dalam rumahnya. Meninggalkan anak itu di sebrang jalan, tapi dalam sekejap, anak perempuan itu sudah menghampiriku, dan menjulurkan tangan kanannya. "Hai calon ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN