Bab 40

1160 Kata

40 Lilakanti mendengarkan permohonan maaf Calista yang disampaikan perempuan itu sambil menangis. Hati Lilakanti yang sempat menyimpan bara api, perlahan mendingin. Sebagai sesama perempuan, Lilakanti memahami kesedihan Calista yang telah kehilangan anaknya. Ditambah lagi, dia tidak bisa memiliki keturunan kembali, karena rahimnya telah diangkat. Tenggorokan Lilakanti tercekat saat membayangkan dirinya berada di posisi Calista. Rasa sakit yang dialami Calista saat itu, mungkin melebihi luka yang pernah ditorehkan selingkuhan Baron tersebut pada Lilakanti. Puluhan menit terlewati. Lilakanti dan yang lainnya telah berada di mobil Farisyasa. Mobil Baron mengikuti di belakang, karena pria itu dan kedua adiknya hendak menemui Azrina. Sesampainya di tempat tujuan, Lilakanti memanggil pu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN