39 "Kamu mau jenguk Calista?" tanya Farisyasa sembari memandangi kekasihnya lekat-lekat. "Enggak tahu, Mas," sahut Lilakanti. "Jangan memelihara dendam. Nanti jiwamu sakit." "Aku tahu, tapi rasanya berat banget buat maafin dia." "Dia sudah memetik apa yang ditanamnya dulu. Segitu saja, pasti sangat berat buatnya." Farisyasa memegangi tangan kanan Lilakanti dan mengusapnya pelan. "Maafkan dia, La. Dengan begitu, hatimu akan tenang," lanjutnya. "Hmm. Mas nggak ngerasain jadi aku. Sudahlah direbut suami, dihina di depan umum, dan yang paling buat aku benci sama dia, karena dia mgelarang Mas Baron buat ngasih uang untuk kebutuhan Azrina." Farisyasa mendengkus pelan. "Itu memang sifat buruk, tapi seperti tadi aku bilang, dia sudah dapat balasan setimpal." "Ehm. Entahlah. Aku, kok

