48 Farisyasa tiba di rumah saat senja telah menggelap. Dia terkejut melihat seunit mobil sedan merah terparkir di depan pagar. Seusai menghentikan kendaraannya di depan garasi, Farisyasa mematikan mesin. Dia membuka sabuk pengaman, lalu menyambar tas kerja dari kursi kiri. Tidak berselang lama Farisyasa telah berada di ruang tamu. Dia menyalami Sandra yang datang bersama Shireen. Lalu Farisyasa berpindah duduk ke sebelah kanan istrinya, yang langsung menyalaminya dengan takzim. "Sudah lama, San?" tanya Farisyasa berbasa-basi. "Lumayan, Mas. Sekitar tiga puluh menit," jawab Sandra. "Kami ke sini untuk mengantarkan kado dari keluarga, buat hadiah pernikahan kalian," lanjutnya. "Maaf. Resepsi kemarin kalian tidak diundang, karena memang hanya untuk orang-orang terdekat." "Enggak

