25 Api di dupa yang sempat berkobar sesaat, menyebabkan Ki Darja terkejut. Dia cepat-cepat merapal mantra sambil menambah serbuk wewangian ke dupa. Maman, putra tertua Ki Darja yang juga melihat hal itu, spontan memindai sekitar sembari komat-kamit membaca mantra. Dia membeliakkan mata kala sesosok pria berpakaian serba hitam, tiba-tiba muncul di sisi kanan tempat dupa. Sang makhluk astral merintih kesakitan. Beberapa bagian tubuhnya gosong dan rambutnya juga terbakar. Matanya berkilat merah dan menatap Ki Darja dengan tajam. "Kamu mengirimku pada orang yang punya penjaga!" geram makhluk astral itu sambil mengusap kakinya yang mengeluarkan bau angit bekas terbakar. "Penjaga?" tanya Ki Darja. "Ya. Mereka mengejar dan berhasil melukaiku." Ki Darja mengerjap-ngerjapkan mata. "Aku

