26 Farisyasa mengamati perempuan berambut panjang, yang sedang menyantap soto ayam dengan semangat. Farisyasa tertegun menyaksikan isi mangkuk Lilakanti telah berubah memerah, akibat banyaknya sambal yang dituangkan perempuan tersebut. Farisyasa terkesiap kala Lilakanti memesan porsi kedua yang disertai dengan menambah perkedel dan sosis Solo. Farisyasa mengulum senyuman. Dia tahu jika Lilakanti tengah membutuhkan banyak asupan, untuk meredam emosi. Andi yang berada di sebelah kiri bosnya, menggigit bibir bawah untuk menahan tawa. Sejak tadi dia memerhatikan Farisyasa yang terus memandangi Lilakanti. Andi merasa yakin, jika hati sang bos telah terpaut pada perempuan bermata besar yang ayu dan baik hati. Andi juga menyukai Lilakanti, dan dia sangat berharap jika perempuan itulah yang

