Bab 36

1022 Kata

36 Jalinan waktu terus bergulir. Jumat pagi, Farisyasa berangkat ke Jakarta dengan menumpang di mobil Emris. Keduanya berbincang mengenai berbagai hal, bersama rekan-rekan lainnya. Suasana yang semula tenang, berubah ricuh akibat perdebatan Arudra melawan Mark. yang menempati kursi belakang. Mereka berpura-pura saling meninju dan mencekik, sembari terus meledek. "Kalian ini. Berantem mulu!" sungut Emris sambil menoleh ke belakang. "Dia mulai duluan," kilah Arudra. "Enak aja. Kamu, tuh!" bantah Mark. "Lama-lama, kukawinkan juga kalian," sahut Farisyasa. "Ho oh. Pedang lawan pedang," ledek Hamiz yang berada di kursi depan. "Enggak kebayang aku. Mereka kalau nikah, berkelahinya bakal sadis," seloroh Kasyafani, yang mengapit Farisyasa bersama Emris. "Dia bukan seleraku," cibi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN