37 Detik terjalin menjadi menit. Putaran jam merotasi bumi dengan kecepatan maksimal. Hingga tidak bisa ditahan oleh siapa pun. Kian mendekati waktu pernikahan, Lilakanti makin gelisah. Dia sudah berusaha untuk tenang, tetapi kepanikan itu akan muncul kembali secara tiba-tiba. Minggu kedua di bulan Desember, Lilakanti dan Azrina ikut bersama Farisyasa serta Dharvan ke Bogor. Mereka hendak menghadiri resepsi ngunduh mantu Rangga, Adik Wirya, yang menikah dengan Zaheera, Adik Zein. Konvoi puluhan mobil berbagai tipe, melintasi jalur tengah jalan bebas hambatan menuju luar kota. Lilakanti yang tengah menyuapi Azrina, terkejut mendengar tawa Farisyasa yang berada di sebelah kiri putrinya. Kala pria berjanggut itu mengencangkan tawa, Dharvan yang berada di kursi depan, memprotes akangn

