28 Hari berganti. Jumat pagi, Farisyasa baru tiba di ruang rapat kantor SG atau Sundanese Grup, ketika mendengar ponselnya berdering. Pria berkemeja hijau muda itu meraih ponsel dari tas kerja. Dia segera menerima panggilan itu, sambil berdiri dan jalan mendekati jendela. Rekan-rekan Farisyasa mengamati lelaki berjanggut yang terlihat serius berbincang dengan seseorang yang meneleponnya. Mereka menempati kursi masing-masing sambil menunggu Farisyasa kembali. Kemudian rapat segera dimulai. Emris melafazkan doa sebagai pembuka acara pertemuan itu. Selanjutnya dia membacakan pesan dari Alvaro, tentang dua proyek baru yang ditawarkan bos PG tersebut pada tim SG. Alvaro, Yanuar, Wirya, Zulfi, Yoga, Andri dan Haryono, serta Zein dan Hendri, tidak bisa menghadiri rapat itu, karena mereka

