Part 41

1370 Kata

Dua minggu kemudian Magi diizinkan pulang, dengan catatan harus menjalani check up rutin. Saphira tidak mengizinkannya pulang ke apartemen, dan memaksanya ikut pulang ke rumah Saphira. Mahesa juga ikut pulang ke sana atas perintah Saphira untuk memantau perkembangan Magi, lalu karena kesal ia jadi suka memerintah Magi ini itu, melarang ini itu sampai Magi ingin menendangnya. "Tidak boleh Magi." Lagi-lagi larangan, Magi memutar bola matanya dengan malas. Semenjak bangun dari koma sebentarnya, semuanya jadi dilarang, memegang ponselnya juga dilarang. Magi tidak tahu alasan ia dilarang memegang ponselnya, seolah ia tidak dibiarkan menghubungi siapa-siapa. "Aku cuma mau main game doang, Om," protes Magi. “Jangan banyak protes kamu, Om yang kena omel Oma kamu nanti." "Udah biasa juga dio

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN