Setelah membiarkan Magi menangis beberapa waktu, Aska membawanya menuju kasur. Ia biarkan Magi tidur di sana, ia usap pelan kening satu-satunya keluarganya itu. "Tidur yang nyenyak, gak usah mimpi, tidur aja yang nyenyak," bisik Aska pelan. Ia masih berdiam di sana sebentar, memandangi wajah lelap Magi yang terlihat lelah. Setelah puas, ia berdiri dan berjalan keluar kamar, ia butuh menghubungi Saphira dan memberitahu keberadaan Magi. Saat ini semua orang sudah pasti mencari-cari keberadaan Tuan Putri keluarga Zalardi itu, tidak ada alasan untuk Aska menunggu lebih lama lagi. Ia keluar dari apartemen Magi, berjalan menuju ujung lorong agar suaranya tak mengganggu Magi yang sedang tidur. "Nyonya," sapanya begitu telpon di angkat, "Magi ada di apartemen, dia baru saja tidur." "Benar, di

