Part 52

1747 Kata

"Nyonya." Frans menerobos masuk ke ruangannya begitu teh di cangkir Rana habis, Saphira yang sedang tersenyum itu mengangkat kepala. Keningnya langsung berkerut begitu wajah khawatir Frans tertangkap matanya. "Ada apa?" "Nona muda pergi dari rumah." "Ke mana?" Frans melirik ke arah Rana sebentar, lalu menjawab, "Nona melihat berita tentang kematian Tarendra Adhyaksa-" "Di mana Abian? Bagaimana bisa dia biarkan sepupunya pergi?" "Tuan Abian sedang mengejarnya, Nona kabur lewat jendela saat Tuan Abian tidak mengawasi." "Cari!" Suara menggelegar Saphira itu adalah perintah mutlak, Frans tidak butuh diperintah dua kali, ia segera berlari keluar dan mengerahkan orang-orang untuk mencari Nona kecil mereka. "Nyonya, maafkan saya-" "Jangan bicarakan maaf pada saya, Rayana," potong Saphi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN