Ketika membuka matanya pagi ini, Caca menemukan dirinya berada di atas kasur. Ia menutar tubuhnya dengan menguap lebar, kasur yang ditempatinya terasa lembut sekali. S Sepertinya Aska memutuskan menginap di puncak. Dipeluknya kembali gulingnya yang empuk dan harum, beraroma seperti hujan dipagi hari. Caca rasanya tidak mau bangun, kamar ini terlalu cantik, kasurnya terlalu empuk, dan gulingnya terlalu harum. Caca tidak rela meninggalkannya. Tok tok tok. "Ca, udah bangun?" Suara Aska dari luar membuat Caca mengerang kesal, padahal baru saja ia berniat melanjutkan tidurnya. Caca memutar tubuhnya lagi, mencari-cari ponselnya yang ternyata ditaruh Aska di atas meja kecil di samping kasur. Pukul 08.35 pagi, biasanya hari kamis begini Caca akan bangun jam 10, karena ia tidak punya kelas h

