Part 49

2283 Kata

Enam tahun yang lalu, orang tua Hardian yang tinggal di Belanda memberikan Magi oleh-oleh. Satu set miniatur biola dari batu brown veined tigers eye, sparkling green malchite, rich blue lapis lazuli, dan rich red jasper. Satu set miniatur biola yang cantik dan bercahaya itu, tentu saja membuat Magi yang masih berumur sepuluh tahun senang bukan main. Magi yang baru saja sembuh itu jadi aktif kembali, ia pamerkan miniatur itu pada mata iri Revani. "Vani lihat, aku paling suka yang warna cokelat, cantik ya?” Matanya yang berbinar itu tidak beralih dari kotak kaca berisi miniaturnya, sementara Revani yang tidak disukai Eyangnya, dan tidak mendapat oleh-oleh, hanya berdiri diam. Amanda yang saat itu baru kembali setelah mengantar mertuanya ke kamar, tersenyum melihat raut bahagia Magi. I

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN