Untuk kedua kalinya bulan ini, Rama menginjak Rumah Sakit yang sama. Kali ini alih-alih datang untuk mengecek perkembangannya, ia justru berdiri di tempat ini karena Sang Ayah. Rama tidak ingat sudah berapa jam berlalu sejak ia berdiri di sini, lampu merah di atas pintu itu masih menyala terang, seolah mengejek Rama. Suara Televisi di ujung sana yang seharusnya tidak tertangkap telinganya, sekarang terdengar begitu jelas. “Dilarikan ke Rumah Sakit pada pukul Enam sore ini, CEO Bhintara Group sekaligus pemilik Merk Dagang Farmanesia diduga mengakhiri nyawanya sendiri dengan menembak jantungnya. Saat ini, pihak keluarga masih tutup mulut terkait alasan Sang Kepala Keluarga memilih mengakhiri nyawanya sendiri..." Tadinya Rama sudah mau meneriaki semua reporter yang datang menyerbu Rumah Sa

