Sudah dua orang yang bilang bahwa sang Oma menghalangi orang-orang yang ingin menjenguk, sekarang Magi paham bahwa sumber semua ini ada di sekitarnya. Magi tidak akan pergi menemui Omanya jika hanya soal menjenguk, tapi mendengar perkataan Rama tentang keberadaannya yang membahayakan Magi, ia jadi tahu ada sesuatu yang lain yang disembunyikan Saphira. Pintu dari kayu berukir di depannya saat ini terlihat sangat besar, padahal sebelumnya Magi tidak pernah merasa seperti itu. Ia menarik napas sebelum mendorong pintu itu sampai terbuka, Saphira yang sedang duduk di ruangan kerjanya dengan secangkir teh di atas meja menoleh, ia tersenyum menatap Magi. "Tumben kamu mau ke sini, ada apa?" tanya Saphira lembut. Terkadang Magi tidak mengerti, bagaimana bisa tatapan lembut itu, senyum hangat

