Tok tok tok Ketukan palu sidang yang menandakan sidang panjang ini sudah berakhir membuat Saphira menghela napas. Selesai sudah semuanya, ia sudah membalaskan sakit cucunya, juga anaknya. "Nyonya..." Panggilan bernada haru itu membuatnya menoleh, di sana berdiri Rayana Adhyaksa yang terlihat lebih hidup dari pada saat pertama mereka berdua. Saphira tersenyum padanya, lalu wanita itu memeluknya spontan. "Terimakasih, Nyonya, terimakasih," ucapnya dengan isak tangis. "Terimakasih juga, Rayana. Karena dirimulah semuanya bisa selesai, terimakasih." Rana menggeleng sambil melepas pelukannya, "bukan Nyonya, saya hanya membantu sangat sedikit. Nyonyalah yang banyak berkorban dan berjuang." "Rayana, semuanya setimpal, kita berdua sudah berhasil. Mereka sudah mendapatkan balasan mereka." Ra

