Part 45

1232 Kata

"Sebelumnya, saya belum pernah mengatakan ini pada, Nona. Waktu pertama kali saya bertemu dengan Nona. Saya merasa jantung ini berdebar kencang tidak bisa dikendalikan." Penta menyentuh dadanya sambil membayangkan pertemuan pertamanya dengan Shalom, "Meskipun saya tidak yakin, tapi dari awal saya sudah tahu bahwa itu cinta," sambung Penta. Jika bertemu dengan Shalom merupakan sebuah mimpi. Maka, Penta berharap agar tidak akan pernah terbangun dari mimpi itu. Ia ingin selalu berada di alam mimpi agar selalu bisa menemani gadis itu di sana. "Aku--" "Tunggu, Nona. Biarkan saya menyelesaikan ucapan saya dulu." Penta memotong ucapan Shalom karena ingin menyelesaikan kata-katanya dulu, "Saya mengatakan ini, tidak memiliki maksud apa-apa. Saya hanya ingin mengutarakannya tanpa meminta balasan.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN