"Mmm ... Pria itu ... Memangnya harus, yah?" tanya Kanagara benar-benar terlihat sangat ragu untuk mengatakannya. "Shark!" Shalom memelototi Kanagara sambil menggertakkan giginya. "Iya, iya. Pria itu, pria itu adalah Penta," ucap Kanagara sedikit tidak rela. "A-apa? Hahaha ... Apa kau bercanda?" tanya Shalom tertawa terpingkal-pingkal. Siapa yang akan mempercayai kata-kata konyol seperti itu. "Aku serius, Salmon. Seharusnya kau tahu alasan kenapa aku bisa datang ke sini dengan ekspresi kacau. Dan itu, karena Penta meminta izin padaku untuk mengungkapkan isi hatinya padamu," jawab Kanagara dengan ekspresi dan nada bicara yang serius. "Be-benarkah? Lalu, apa yang kau katakan padanya?" tanya Shalom penasaran dengan apa yang kekasihnya katakan pada Penta. "Tentu saja, aku tidak mengizink

