"Dasar gadis pembunuh! Disuruh malah nyuruh orang lain." Kanagara marah karena bukan Shalom sendiri yang mengantarkan teh ke kamarnya melainkan Penta. Padahal, teh itu Shalom sendiri yang menawarkan sebagi imbalan atas apa yang telah Kanagara lakukan untuknya. Tapi, sepertinya gadis itu tidak menghargai bantuan Kanagara sama sekali. Jika Shalom memang menghargai bantuan Kanagara. Mungkin bukan Penta yang akan mengantarkan teh itu melainkan Shalom sendiri. "Maaf, aku tidak bermaksud seperti itu. Tadi ... Ah, sudahlah. Memang di sini aku yang salah. Jadi, kau bisa melakukan apapun padaku." Shalom hanya mengakui kesalahannya tanpa berniat untuk menjelaskan kebenarannya bahwa Penta lah yang telah memaksa untuk mengantarkan teh itu. "Benarkah?" Kanagara tersenyum menyeringai dengan bola

