"Apa? Anak kecil? Tidak hanya mengejek usiaku dan sekarang kau juga mengataiku anak kecil," geram Kanagara. Bukannya memadamkan api amarah di hati Kanagara. Shalom justru membubuhkan minyak di atas api yang membara. Membuat api itu semakin membesar dan tidak dapat dikendalikan lagi "Bukan itu maksudku. Kita harus cepat-cepat membersihkan diri sebelum kita masuk angin. Nanti aku akan membuatkan teh madu untukmu agar tubuhmu hangat,' balas Shalom mengelak tuduhan Kanagara. "Ah, jadi itu maksudmu." Kanagara hanya menganggukkan kepalanya tanpa ada niatan untuk melepaskan Shalom, "Tidak tahu kenapa aku nyaman sekali berada dalam posisi ini," tambah Kanagara dalam hati. Posisi memeluk Shalom dari belakang terasa sangat nyaman. Kanagara ingin berlama-lama, bahkan ingin terus memeluk tubuh m

