Part 18

1030 Kata

"Jadi, sejak tadi kau memperhatikanku, Tuan Kejam?" tanya Shalom merubah posisinya miring menghadap ke arah Kanagara sambil menyangga kepalanya. "Ti-tidak. Siapa juga yang memperhatikanmu? Memangnya aku tidak memiliki pekerjaan selain memperhatikanmu? Lebih baik aku menatap langit yang cerah, daripada memperhatikan wajahmu yang tidak cantik sama sekali," elak Kanagara ikut merubah posisinya terlentang menatap ke langit biru. Mulut boleh berkata bahwa Shalom tidak cantik sama sekali. Padahal, dalam lubuk hatinya mengatakan bahwa Shalom memang sangat cantik. Kecantikan alami tanpa sebuah polesan di wajahnya. "Tapi, tadi yang aku dengar tidak seperti itu," gumam Shalom merasa pendengarannya tidak salah. "Tidak. Aku yakin pendengaranmu memang salah. Sudah jelas-jelas aku tidak mengatakan h

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN