Shalom merasa ada yang salah. Ia pikir, demam Kanagara sudah turun dan sekarang pria itu berkata masih demam. Jantung Kanagara serasa ingin berhenti berdetak. Ia takut kebohongannya akan diketahui oleh Shalom. "Mungkin cuma perasaanmu saja. Aku benar-benar masih demam. Cepat kau ambil kompresan, kepalaku pusing sekali dan aku sudah tidak tahan lagi," desak Kanagara. "Baiklah. Kau tunggu dulu di sini sebentar." Sementara Shalom turun ke bawah untuk mengambil alat kompres. Kanagara pergi ke kamar mandi dan mengompres seluruh tubuhnya dengan air hangat. Ia sengaja agar ketika Shalom kembali, seluruh tubuhnya berubah panas. Jadi, ia tidak akan ketahuan sudah berbohong. "Cepat Kana, cepat!" gumam Kanagara. Pria itu mencari handuk kecil di lemari penyimpanan. Lalu, ia lekas menyalakan kera

