“Kamu nggak jadi ngomong?” Aliando kembali menatap wajah Gladies dari samping. Sudah sepuluh menit gadis itu hanya diam menatap padang rumput. “Hhmm ... kapan-kapan aja dech ....” “Kok gitu sich, aku udah nungguin lho dari tadi?” Gladies tersenyum kecil, “Lain waktu saja ya ... Oiya, gimana keadaan Ruben? Kalau Ruben udah bisa jalan, sebaiknya kita lanjutkan perjalanan kita. Tempatnya masih jauh lho ....” “Iya sich ... matahari juga sudah mulai turun. Tidak mungkin kita akan bermalam di sini. Kita harus cari penginapan yang aman dan nyaman untuk kita.” Gladies mengangguk. Gadis itu pun memutar tubuhnya dan menoleh ke belakang. Ke tiga rekannya masih terlelap. “Al, mereka sepertinya masih sangat lelap. Aku jadi nggak tega membangunkannya.” “Terus sekarang bagaimana?” “Kita kasih wak

