"Rangga ... Rangga. Ada apa tho Le?" suara Lestari terdengar dari balik pintu kamar Rangga, sementara dua orang di dalam masih saling berpandangan lalu menilik lebih dekat pada jendela yang kacanya tiba-tiba pecah itu. Salwa langsung membukakan pintu untuk mertuanya, Lestari dan para rewang menghambur masuk. Rangga masih tergemap di tempat. "Salwa, ada apa? kenapa kacanya bisa pecah?" Tanya Lestari pada gadis manis yang baru beberapa hari menjadi menantunya tersebut, Salwa tersenyum lembut menenangkan mertuanya yang memang mudah panik tersebut. "Enggak apa-apa, Ibu. Tapi aku juga enggak tau, lho. Tiba-tiba kaca jendela bisa pecah." Salwa tampak bergumam diakhir kalimatnya. Membuat Lestari memutar bola mata lalu melotot pada putra semata wayangnya. "Mungkin karena katanya kena sinar

