"Randu ... Randu, aku mohon maafkan aku, Randu." Rangga melupakan kebiasaannya yang selalu penuh tata Krama setiap kali berkunjung ke rumah Ki Selo, lelaki itu bersimpuh di kaki Randu yang sedang duduk di tepi ranjangnya. Kali ini rasa takut dan paniknya lebih terasa karena merasa salah dan merasa kasihan dengan Didi yang menderita karenanya. "Randu, aku sama sekali tidak berniat untuk mengingkari janjiku, aku benar-benar dalam situasi yang sulit, aku benar-benar tidak bisa pulang dari Malaysia." Randu sama sekali tidak menjawab hanya sorot matanya yang tajam seolah menusuk hingga relung kalbunya. "Jika kamu melanggar perjanjian kita maka kamu dan seluruh rakyatmu yang akan menanggung akibatnya! Kamu ingat itu?" tanya Randu yang menatap Rangga tanpa ekspresi. "Iya, Randu, aku ingat.

