Salwa sengaja berdeham untuk membuat kedua lelaki yang duduk berdampingan itu menyadari kedatangannya, karena hal itu, Handoko langsung menghentikan tawanya ia menatap Rangga yang tampak terkejut dan sedikit kikuk. Apa lagi saat sang istri berdiri di sampingnya lalu menaruh dua cangkir teh di antara Rangga dan Handoko. "Te-terima kasih, Salwa." Rangga tergagap, lidahnya terasa kelu bahkan hanya untuk sekedar mengucapkan terima kasih saja. "Hem, iya." jawab Salwa datar, wanita itu bahkan sama sekali tidak menatap wajah Rangga. Salwa langsung membalikkan badannya lalu berjalan cepat menuju dapur, ia tidak ingin ada orang lain yang melihat air matanya yang mengalir. Rangga berdecak, merasa kesal pada dirinya sendiri dan keadaannya saat ini. "Menurut Pakdhe, Salwa dengar apa yang ak

