Wajah itu .... Dia memang Leah. Menyadari bahwa wanita itu memang benar Leah, Adri terkekeh pelan dan tersenyum. “Astaga .... Setelah sekian lama, akhirnya kita bisa bertemu kembali.” Ketika pria itu melangkah maju, otomatis Leah mundur ketakutan. Leah benar-benar tidak dapat berpikir. Kehadiran tiba-tiba orang yang selama ini ia hindari membuat ketakutannya kembali datang. Tubuh hingga ujung jemarinya gemetar sampai tidak sadar snack yang dia pegang jatuh lagi. Kenangan di kamar yang gelap, kemarahan kakaknya, kekecewaan ibunya, hingga cemoohan polisi kembali menghantuinya. Dia menjadi sulit bernapas. Siapa pun .... Dia membutuhkan pertolongan sekarang! Sementara itu di sisi lain, Adri yang melihat gerakan Leah yang mundur terkekeh pelan lagi. Dengan suara lembut, pria itu berkata

