Sejak hari itu, sudah tiga hari Leah tidak mengajar di sekolah maupun mengajar Ara. Selama tiga hari ini dia mengurung dirinya di dalam unit. Jika Ben perhatikan, kekasihnya itu tidak cemas seperti saat itu. Dia tampak seperti Leah biasanya sebelum pertemuan dengan kakak iparnya di minimarket. Hanya saja, wanita itu seakan menyembunyikan dirinya. “Hmm .... Ya, tidak perlu. Aku baik-baik saja. Hanya sedikit tidak enak badan .... Jangan mengkhawatirkanku. Senin aku akan kembali mengajar .... Hmm.” Ben duduk bersandar di kepala ranjang melirik Leah yang berbaring di sampingnya. Mereka sedang menonton dari dalam kamar dan Esther barusan menghubungi Leah. Kekasihnya itu menyimpan ponsel di atas kasur dan kembali menonton. “Dia pasti mengkhawatirkanmu,” ucap Ben. “Tidak apa-apa.” “Bagaiman

