TEKA TEKI YANG TERJAWAB

977 Kata

Aku berjalan dalam gelapnya malam. Di tengah rerimbunan pohon, diiringi oleh longlongan angin. Aku mendekap erat buku yang sedang aku bawa. Celingukan berharap ada orang di sekitarku. Langkahku semakin aku percepat saat mendengar suara ranting kayu kering yang terinjak. Aku bahkan menahan nafas agar tidak tertangkap. Dari kejauhan aku bisa melihat sebuah gubuk reot dengan penerangan obor di sekitarnya. Wajarlah jika tidak ada lampu disana, pemilik gubuk itu terlalu miskin untuk bisa membayar iuran listrik. Aku menarink nafas kemudian berlari sekencang-kencangnya, satu persatu buku dalam dekapanku lepas. Aku bahkan mengayunkan kedua tanganku agar bisa lari lebih dari biasanya. Dan indera pendengaranku menangkap langkah kaki yang tidak kalah cepatnya dariku. “tolong.. tolong..tolong” teriak

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN