Akhirnya Asmara terbangun setelah Samara dan Samran mencoba membangunkannya cukup lama. "Bang Mara baik - baik aja, kan? Kenapa gelisah terus tidurnya? Bang Mara badannya juga dingin banget." Samran yang lebih dulu mengutarakan ketakutannya. "Mara, kami anter ke rumah sakit, ya. Kamu kayaknya butuh dirawat. Ya?" Samara pun membenarkan apa yang diucapkan oleh adiknya tadi. Sementara Asmara masih merasa begitu disorientasi. Bayang - bayang masa lalu itu kembali masuk dalam mimpinya. Sampai pada pertemuan awalnya dengan Samara. Astaga, semua itu rasanya kembali terulang. Semua rasa sakitnya. "Minum dulu, Mara." Samara menyodorkan segelas air putih pada Asmara. Pemuda itu segera mengambil gelas yang diberikan Samara, kemudian segera menandaskannya sampai tak

