Sesaat setelah masuk mobil, mereka bertiga mulai berdebat. Atau lebih tepatnya, hanya Kian dan Ayah yang berdebat. “Ayah nggak bisa nyalahin Mas Lintang gitu dong!” Kian mati - matian membela kakaknya. “Aku juga salah di sini.” “Tapi kakakmu itu yang paling besar di antara kalian. Seharusnya dia bisa jaga sikap. Andai saja dia nggak biarin kamu pergi, pasti nggak akan ada kejadian ini!” Kian tak habis pikir dengan kata - kata Ayahnya. "Asal ayah tahu aja ya. Seandainya ayah sering berada di rumah, tidak pergi melulu, mungkin kejadian itu juga nggak akan pernah terjadi!" Hening. Kian memanfaatkan keheningan itu untuk lanjut bicara. “Sudah lah, Yah. Aku merasa bersalah. Mas Lintang pun begitu. Kami sudah sama - sama menyesal. Dan sekarang Mas Dion juga sudah tidak ap

