Memang Lebih Baik

1037 Kata

Asmara bahkan belum bisa banyak bergerak. Ia masih kesakitan. Ia masih harus banyak istirahat. Ia baru saja sadar pasca operasi satu Minggu yang lalu. Tapi Rafi dan Emma dengan teganya sudah mengajaknya berdebat.     "Kenapa kamu nggak ngasih tahu ayah bunda tentang penyakit kamu itu? Seharusnya penyakit kamu bisa lebih cepat ditangani kalau kamu segera bilang?"     "Kamu sengaja nggak bilang, kan? Kamu sok kuat kan? Lihat buktinya, kamu nggak bisa apa - apa tanpa ayah dan bunda. Apa yang terjadi kalau ayah dan bunda nggak segera ke sana ketika kamu ditemukan nggak sadarkan diri di kamar? Kamu bisa jadi udah nggak ada di dunia ini."     Asmara terdiam. Bukan karena ia pasrah. Asmara sedang mengumpulkan kekuatan sebenarnya. Sungguh ia masih terlalu lemah. Namun hatinya terlalu sakit. Ia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN