Bab 47. Tabrak Lari

1080 Kata

"Daren b******k, keluarga binatang. Tega banget nurunin aku di jalan, gak bawa tas, gak bawa hp. Gimana aku mau pulang?" ucap Arnie sambil mengusap air mata. Ia berjalan sambil mencari kendaraan yang mungkin bisa di tumpangi. Ia menendang kerikil, menahan tangis yang mulai jatuh. Jalanan begitu sunyi, hanya suara serangga dan desiran angin menghantui. "Dasar laki-laki tidak punya hati… Ya Tuhan, apa aku ini pantas dibuang begini?" bisiknya lirih, tubuhnya mulai lemas. Arnie meraba perutnya. "Sayang… maafkan ibu. Mama akan jaga kamu… kamu juga harus kuat ya!" Tiba-tiba cahaya lampu mobil muncul dari belakang. Arnie langsung menoleh, mengangkat tangan berharap pertolongan. Namun mobil itu tidak melambat. Malah semakin cepat dan akhirnya menabrak Arnie tanpa bisa menghindar. **BRUAAAKK!!

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN