"Lagi-lagi menjadikan orang tuaku sebagai ancaman, aku tidak takut karena kedua orang tuaku sudah aman bersama kakakku," gumam Arnie dalam hati. Ia tersenyum tipis merasa senang bisa membuat Daren terkecoh, ia menghela nafas dan berpura-pura takut. "Jangan lakukan apapun pada ayah dan ibuku, aku akan turuti kamu, aku akan belanja, tapi sekarang izinkan aku istirahat dulu sampai perutku tidak sakit lagi," ucap Arnie. Daren berjalan keluar kamar membiarkan Arnie merebahkan diri di tempat tidur, setelah keluar ia mengintip sebentar melihat Arnie sedang mengelus perutnya ia merasa sedikit bersalah. "Saat ini aku tidak bisa terlalu keras karena ada anakku dalam perutnya," gumam Daren. Ia berdiri cukup lama di depan pintu, melihat Arnie yang masih mengelus perut. Hati kecilnya ingin sekali

