Menilas Masa Lalu

1041 Kata

Fatma mera-ba dadanya yang berdetak sangat kencang. Dia gelisah melihat ke jalanan melalui kaca mobil. Cuaca yang awalnya sangat tenang, tiba-tiba berubah mendung. Perlahan gerimis mulai berjatuhan menimpa kaca bagian depan mobil. Semakin lama semakin menderas membuat Datuk Sinai harus menghidupkan 'wiper' mobil untuk membersihkan air yang menghalangi pandangan. "Ya, Allah, Uda ... mengapa jantungku berdetak sangat kencang. Apa yang terjadi pada Farida?" lirih Fatma dengan raut cemas. Mata perempuan itu mulai berkabut, serupa dengan langit yang diselimuti awan kelabu. Matahari yang semula gagah bersinar, hanya bisa bersembunyi di balik punggung payoda yang semakin mengelam. "Tidak akan terjadi apa-apa. Farida anak yang kuat." Datuk Sinai mencoba membesarkan hati sang istri, meski sebenar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN