Farida berjalan mondar-mandir di kamar. Larangan Fatma cukup menciutkan nyalinya. Namun, sisi hati yang lain terus menghasut agar si perempuan menemui Iman dan mempertanyakan kejelasan hubungan mereka. Tiga tahun bukan sebentar untuk menjalin sebuah kisah. Berawal dari keyakinan setipis kulit ari, perlahan menguat hingga nama si lelaki terhunjam dalam ke relung paling hati. Lalu bagaiman bisa dia menjadi sedingin kutub? Kalah oleh rasa penasaran, Farida meraih tas selempangnya. Dia tak peduli jika nanti mendapat amarah dari kedua orang tuanya, yang penting tanya mengusik hati mendapat jawaban. Perlahan dia membuka pintu kamar, melongok mencari keberadaan Fatma dan Datuk Sinai. Mendapati keadaan sepi, Farida berjalan mengendap-endap menuju pintu keluar. Sempat mendengar suara gaduh dari da

