Fakta yang Menghancurkan

1054 Kata

Waktu seminggu terasa sangat lambat bagi Farida. Tak ada lagi tawa, canda menghiasi hari-harinya. Hubungan bak musim semi, tiba-tiba beku begitu saja, seperti musim salju yang datang sebelum waktunya. Semua pesan yang dia kirim hanya dijawab seperlunya oleh Iman, itu pun setelah berjam-jam. Bukan kebiasaan si lelaki membiarkan dia menunggu. Dulu, lebih sering lelaki tersebut mengabari. Berkali-kali Farida menilas, apa yang salah dalam hubungan mereka. Berkali-kali memikirkan, tak ada yang aneh. Bahkan, pertemuan Iman dengan keluarganya berakhir hangat. Lalu apa yang membuat lelaki itu beku dan membentangkan jarak darinya? Ingin rasanya dia ke Padang, mencari tahu langsung. Sesak rasanya hanya menunggu tanpa pernah diberi jawaban. Seperti hari ini, keinginan Farida menyusul Iman ke Padang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN