Kabut Hitam

1081 Kata

"Bu ... sakit. Aku ndak kuat." Laila terus bergerak li4r di atas tempat tidvr. Dia menangis menahan gelombang sakit yang terus menghant4m tanpa jeda. Laila memekik kala kontraksi itu datang. Dia merem4s apa saja yang terjangkau tangan. "Sabar, Nak. Istigfar, tahan." Buk Ratih menggosok punggung sang putri untuk memberikan rasa nyaman sehingga bisa meredam rasa sakit meski sedikit. "Bu, operasi saja. Aku tak tahan sakitnya. Tolong ...." Laila terus meng3rang dengan suara lirih. Pandangan perempuan muda itu tak fokus lagi. Berkali-kali dia menendang-nendang hingga suster putus asa mengingatkan. Laila terus mengejan meski jalan lahir belum terbuka sempurna. Tak tahan melihat raut kesakitan sang putri, Buk Ratih memutuskan menemui dokter yang menangani Laila di ruangannya. "Dokter, apa ta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN