Berdamai Dengan Masa Lalu

1081 Kata

"Tolong katakan sekali lagi? Katakan bahwa yang barusan aku dengar tidak benar," pinta Fatma dengan suara lirih. Sorot mata perempuan tersebut menyiratkan keraguan. "Itu benar, Buk. Saya bukan darah daging almarhum Ibu Laila. Bayi beliau meninggal dunia saat baru dilahirkan. Untuk menyenangkan hati Ibu, Nenek Ratih memungutku dari klinik yang sama." Iman menjelaskan dengan suara tegas, tetapi bernada lemah. Sorot mata lelaki tersebut seakan turut meyakinkan Fatma kalau cerita itu benar. "Tidak ...." Fatma menggeleng pelan, "bagaimana hal sebesar itu disembunyikan oleh Buk Ratih. Apa almarhum Laila tahu hal ini?" Iman mengeleng lemah, membuat Fatma menganjur napas panjang dalam. "Aku tidak tahu harus bagaimana menerima kenyataan ini. Pergilah, aku tetap tak mau melihatmu berada di dekat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN