Kebahagiaan yang Mekar

1041 Kata

Seperti malam-malam yang lalu, Fatma tak pernah lupa memunajatkan doa kepada Yang Mahakuasa. Berharap sedikit rahmat diberikan Tuhan untuk kesembuhan putrinya. Selalu berada di sisi sang putri, membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an, dia yakin kalimat suci Allah tersebut memiliki kekuatan penyembuh yang luar biasa. Dengan mata sembab Fatma mengawasi Farida yang masih terbaring lemah tak berdaya. Menurut dokter yang menangani sang putri, kemungkinan Farida untuk sembuh hanya lima puluh persen. Sebuah diagnosa yang cukup melegakan Fatma dan Datuk Sinai. Setidaknya mereka punya harapan meski hanya setengah saja. Hampir setiap malam dia terbangun, berharap rahmat itu datang di sepertiga malam. Seperti malam ini. Sehabis salat tahajud, Fatma tertidur di atas sajadah. Sayup-sayup dia mendengar suar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN