Langkah Datuk Sinai menghentak lantai. Wajahnya tampak amat gusar menahan amarah. Dia yakin kecelakaan yang menimpa Farida ada hubungan dengan Iman. Terlihat jelas dari raut penyesalan di wajah si lelaki. Andai Datuk Sinai tak mengingat dia anak almarhumah Laila, mungkin sudah dihadiahi bogem mentah. Bukannya dia tak yakin Iman adalah putra kandungnya, hanya saja tanda-tanda genetik di diri si lelaki sangat jauh berbeda. Saat kelahiran Iman, dia mencoba menerima anak tersebut, meski lahir tanpa cinta. Dia berusaha bertanggung jawab kepada keluarga kecilnya dan berharap sifat posesif Laila berkurang. Namun, pernikahan yang sejak awal tiada cinta, amat payah untuk berbunga. Semakin lama kejenuhan itu bertandang semakin sering, hingga Datuk Sinai mulai jarang pulang ke rumah. Langkah Datuk S

