Surut ke Asal

1037 Kata

"Kamu bisa menuliskan apa pun di sini kalau terlalu malu menyampaikan padaku." Farida menerima buku bersampul biru muda, seukuran dua telapak tangan orang dewasa. Dia menatap benda tersebut dengan mata berbinar. Bukan bukunya, tetapi lelaki yang memberi. Senyum malu-malu menghiasi bibir merah muda miliknya. Entah hal baik apa yang telah dia lakukan, sehingga seorang dokter muda, tampan, dan berasal dari keluarga kaya, sudi menjalin hubungan dengannya. Farida tidak hanya kejatuhan buah durian, tetapi sekalian dengan pohonnya. Kalau boleh diibaratkan seperti itu. Namun, rasa rendah diri membuat perempuan itu menekan kuat-kuat perasaan yang melambung. Dia takut jika Iman berubah pikiran, maka jatuhnya akan sangat sakit. "Nanti, kalau sampai di rumah kabari aku." "Uda dokter, apa tak seb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN