"Wah... ada apa ini? kenapa calon tunanganku berpelukan dengan sepupuku sambil menangis seperti itu? kalian tahu kupingku panas sedari tadi mendengar drama yang kalian buat ini." kata seorang pria formal yang kini berada di depan pintu dengan raut wajah tidak suka dan kedua tangannya dimasukan kedalam saku celananya. Maggie melepaskan pelukannya dari Ansel, "Nich? Nich.. jadi begini.. bukankah sebelumnya kau bilang, aku harus menikah denganmu jika Ansel tidak menerimaku lagi, tapi.. sekarang Ansel sudah mengingatku dan kami akan hidup bersama kembali, jadi bisakah kita batalkan acara pertunangan kita besok?" Rauut wajah Nich saat ini sulit diartikan, tatapannya datar dan dingin lurus menatap Maggie, sedangkan Ansel menatap Nich dengan tatapan jengkel, dia sedang menahan amarahnya saat i

