Laura dan Sammy semalaman telah bersama. Laura merasa nyaman dalam pelukan Sammy yang yakini sebagai Erlend. Dibandingkan dengan sikap Erlend yang dingin, Sammy ini sangat terbuka, lembut dan apa adanya. Dia lebih suka dengan diri Erlend yang seperti ini. Menurutnya, lelaki ini jauh lebih menarik ketimbang Erlend si tukang cemberut. Karena dia merasa kalau Sammy memang Erlend, dia tidak merasa bersalah walaupun tahu Sammy seharusnya punya istri. “Aku muak padamu sebenarnya,” ucapnya dengan pandangan lurus perabotan sebelah ranjang. Ia masih memainkan jemarinya di atas d**a keras Sammy yang telanjang. Tempat ini masih remang, fajar baru saja hadir. Pencahayaan utama hanya berasal dari lampu meja. Sammy bertanya, “kenapa?” Tangannya masih setia membelai rambut Laura yang lembut. “Kau be

