Terkadang kita memang pihak yang berencana, tetapi Tuhan tetap sebagai penentu. Beberapa saat sebelum sepeda motor itu berhasil merampas kesadarannya, Raka sempat berpikir untuk mengurungkan apa yang sudah direncanakan. Dua anak kecil yang nyaris menjadi korbannya cukup membuat akal sehat Raka kembali bekerja. Jika ia pergi demi sebuah kehidupan, maka belum tentu Rayyan ingin hidup untuk sebuah kehilangan. Namun, Tuhan berkata lain. Kini Raka justru terkapar berlumur darah di ranjang pesakitan karena sesuatu di luar rencananya. Roda brankar yang bergesekan dengan lantai keramik warna putih membuat siapapun yang mendengar segera menepi memberi ruang agar brankar tersebut bisa masuk dan pasien segera mendapat pertolongan. Salah satu dari orang yang tergabung dalam tim penolong melaporkan ta

