Seorang lelaki duduk di balkon kamarnya sembari memeluk lutut. Pandangannya lurus ke rumah sebelah. Tak melihat apa-apa, hanya bosan saja menatap jalanan di depan sana. Jadi, Rayyan memutuskan untuk duduk dengan posisi menyamping. Perihal kabar jadian Raka dengan Ara sudah sampai ke telinga Rayyan. Sakit memang, tapi apa yang bisa dilakukannya? Terang-terangan mengatakan kalau ia mencintai Ara dan akan merebut gadis itu dari kakaknya sendiri? Yang benar saja. Ini hidup, bukan dunia sinetron dimana aksi tikung-menikung terjadi di antara kakak adik. Lagi pula tak ada yang bisa diharapkan dari lelaki sepertinya. Jangankan melindungi Ara, melindungi diri sendiri pun mulai sulit dilakukannya. "Ray, Mama mau beliin gue mobil. Menurut lo terima jangan?" Rayyan menoleh. Sang kakak memang menyeb

