Suara Duta yang begitu lantang dan keras membuat Yumna menoleh ke arah Duta dan mengedipkan satu matanya agar kekasihnya itu diam. Telinganya jadi tidak fokus mendengar dan rasanya suara orang sedang meneleponnya menjadi sanagt kecil sekali volumenya. [Kamu lagi sama Duta, Na?] [Hu um ... Sama Kak Duta,] [Oh ... Mau kemana sih?] [Mau jalan aja. Selama pacaran kita jarang bareng pergi bareng, mumpung ada kesempatan,] [Oke. Sorry ganggu ya, Na. Have a nice day,] [Thank you ya Kas,] Ponsel itu di tutup rapat dan di masukkan kembali ke dalam tasnya. Duta diam tapi sejak tadi telinganya tajam mendengarkan semua pembicaraan antara Yumna dan teman yang meneleponnya tadi. "Siapa yang telepon," tanya Duta tegas dan memastikan bahwa sosok lelaki yang sedang dekat dengan Yumnalah yang sedang

