"Gendis, Pak Pendi ngamuk lagi sama Ibu kamu gara-gara pria bernama Joni itu ngasih kabar kamu hamil dan berhasil kabur lagi dari si Joni itu. Ibu kamu juga cukup terkejut, Gendis. Dia pengen ketemu sama kamu." Sebuah pesan singkat yang Gendis baca dari layar ponselnya mampu membuat Gendis menitikkan air mata. Ya, selama ini Gendis selalu mendapatkan kabar dari tetangganya yang bernama Bu Asih perihal kesehatan sang Ibu yang terkena stroke. Memang tidak ada yang tahu tentang kehamilan Gendis karena dia kabur sejak cinta satu malamnya bersama Glen. Namun ini bukan tentang Glen, melainkan Gendis takut jika sang Ibu kenapa-kenapa saat tahu dirinya hamil dan kesehatan Ibunya semakin memburuk karena rasa kecewa pada Gendis. "Ibu … maafin Gendis, ya! Pasti Ibu kecewakan? Maafin Gendis belum b

